Mencapai kemandirian merupakan salah satu perkembangan pada masa remaja. Remaja dituntut untuk tidak
selalu tergantung pada
orang tua atau orang lain. Secara emosional, harus mampu mengatur keuangan sendiri dan dapat memilih serta mempersiapkan diri ke arah yang lebih baik menuju masa depan.
Pencapaian kemandirian tersebut sangat penting bagi remaja, karena hal itu sebagai persiapan untuk memasuki fase berikutnya, yaitu dengan berbagai tuntutan yang lebih beragam. Kegagalan dalam pencapaian kemandirian dapat berdampak
negatif. Ketergantungan pada orang lain menyebabkan seorang remaja selalu
ragu-ragu dalam mengambil keputusan sendiri, tidak percaya diri, mudah
terpengaruh oleh orang lain hingga akhirnya mengalami kesulitan untuk menemukan
identitas diri.
Dalam usaha pencapaian kemandirian, remaja sangat
membutuhkan dukungan dari orang-orang di sekitarnya, terutama dari lingkungan
keluarga sebagai lingkungan terdekatnya. Diharapkan para remaja mampu
mewujudkan kemandirian sebagai bekal menghadapi tantangan dan tugas
perkembangan di masa berikutnya, yaitu masa dewasa.
Kemandirian merupakan aspek kepribadian yang
disinggung oleh para ahli psikologi dengan istilah yang berbeda-beda. Istilah
yang biasa digunakan untuk menyebut kemandirian antara lain adalah kebebasan,
otonomi, independen atau pun berdikari. Kemandirian dalam arti
psikologis dan mentalis adalah keadaan seseorang yang mampu memutuskan atau
mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Kemampuan tersebut hanya mungkin
dimiliki jika seseorang berkemampuan untuk memikirkan dengan seksama tentang
apa yang akan dikerjakan atau diputuskannya, baik dari segi manfaat atau
keuntungannya dan dari segi negatif atau kerugian yang akan diakibatkannya.
Percaya diri, mampu
berinisiatif, mampu mengatasi masalah atau hambatan,
mampu mengerjakan tugas pribadi dan mampu mempertahankan prinsip yang dimiliki
dan diyakini. Hal ini adalah beberapa diantaranya yang merupakan ciri-ciri
tentang kemandirian, Kemandirian bukanlah kemampuan yang dibawa anak sejak
lahir, melainkan hasil dari proses belajar. Kemandirian merupakan hasil dari
pendidikan. Dengan kemandirian, anak harus dibina sejak
anak masih bayi dengan penanaman disiplin yang konsisten sehingga kemandirian
yang dimiliki dapat berkembang secara utuh. Secara singkat dikatakan bahwa
kemandirian merupakan hasil dari proses belajar. Sebagai hasil belajar,
kemandirian pada diri seseorang tidak terlepas dari faktor bawaan dan faktor
lingkungan.
Lingkungan keluarga
berperan penting dalam penanaman nilai-nilai pada diri seorang remaja, termasuk
nilai kemandirian. Penanaman nilai kemandirian tersebut tidak lepas dari peran
orang tua dan pengasuhan yang diberikan orang tua terhadap anak. Bila seorang
anak sejak kecil sudah dilatih untuk mandiri,
maka ketika ia harus keluar dari asuhan orang tuanya untuk hidup mandiri ia
tidak akan merasa kesulitan. Pengaruh keluarga terhadap kemandirian remaja
terkait dengan peranan orang tua.
Salah satu tugas orang tua adalah mendidik anak
agar menjadi mandiri. Sikap mandiri sudah dapat dibiasakan sejak anak masih
kecil: memakai pakaian sendiri, memasang tali sepatu, memakai kaos kaki dan
berbagai pekerjaan kecil lainnya. Kedengarannya mudah, namun dalam prakteknya
pembiasaan ini banyak hambatannya. Tidak jarang orang tua merasa tidak tega
atau justru tidak sabar melihat si kecil yang berusaha menalikan sepatunya
selama beberapa menit, namun belum juga memperlihatkan keberhasilan.
Menginspirasi sekali artikelnya
BalasHapuskeren nih tulisannya
BalasHapusSemoga bermanfaat ya..
BalasHapus