Terkadang
masalah datang silih berganti sehingga membuat kita merasa jenuh dan lelah
dalam menjalani hidup. Bahkan terlintas dalam benak untuk mengakhiri hidup saat
itu juga! Na’uzubillah.. Kenapa sesingkat itu jalan pikiran yang ada pada diri
kita? Apakah kamu menyadari bahwa itu dosa? Yeah, mungkin kita bisa berpikir dengan mengakhiri hidup, maka semua masalah akan selesai. Itu hanyalah pemikiran sesaat, yang pada saat itu
segerombolan setan ada di sekeliling
kita untuk menghasut agar berbuat hal yang merugikan diri.
Allah
memberikan ujian dalam hidup tentu ada tujuannya. Hal tersebut mengajarkan kita lebih dewasa, memiliki sifat sabar serta lebih
memahami arti kehidupan yang sebenarnya.
Banyak
kita temui dalam lingkungan sekitar.
Orang yang sedang mempunyai masalah, tapi
disitu bukannya ia bersabar dengan masalah yang didapatkannya tetapi ia malah
mengeluarkan kata-kata kotor serta sampai mencap bahwa Allah tidak adil.
Astaughfirullah.. Kenapa kita begitu? Dalam keadaan seperti itu, harusnya kita
sabar, berusaha dan berdoa agar masalah itu bisa cepat selesai. Bukannya malah
mencap Allah !
Allah
menciptakan semuanya secara berpasang-pasangan. Ada baik, ada buruk. Ada
cantik, ada jelek. Ada miskin dan ada kaya. Itu baru dalam kehidupan yang
terdapat di sekitar kita. Dan
masih banyak lagi hal lainnya yang diciptakan Allah secara berpasang-pasangan.
Allah itu Maha Adil, Maha Bijaksana dan Maha Penyayang. Kita bisa mengetahui
semua sifat yang dimiliki Allah dalam kumpulan 99 Asmaul Husna.
Maka
dari itu teman. Jika nantinya kamu mendapatkan suatu permalasahan dalam hidup,
hadapilah masalah tersebut yang diiringi dengan sifat sabar. Selesaikan masalah
itu sekuat dan semampumu.
Jika kita merasa tidak sanggup lagi untuk menyelesaikan masalah itu, maka
serahkan semuanya kepada yang Maha Kuasa. Allah tidak akan memberikan cobaan
diluar batas kemampuan hambanya.
Dari situ, kita bisa melihat Maha Penyayangnya Allah kepada makhluk-Nya.
Dan
kita juga harus bersyukur bahwa Allah masih menyayangi kita. Allah
memperhatikan kita lewat masalah yang diberikannya. Dia melatih kita untuk selalu bersifat
sabar dengan masalah yang ada. Perlu kita sadari, banyak orang-orang diluar
sana yang cacat mental, tidak makan berhari-hari, tapi ia selalu menerima
kenyataan hidup itu dengan sikap sabar, sabar dan sabar. Ia yakin, bahwa Allah
masih bersama mereka. Tapi kita? Mengapa kebanyakan dari kita lebih suka
membuat masalah kecil menjadi besar. Dan setelah masalah itu membesar, kenapa
tidak berani untuk menyelesaikannya? Dan kenapa malah melontarkan perkataan yang
tak sepantasnya diucapkan?!
Kita
sudah dewasa. Maka, sudah waktunya untuk kita berpikir tentang baik-buruknya dalam kehidupan. Jika berani berbuat, maka harus berani bertanggung
jawab. Dan jangan jadikan masalah itu sesuatu yang menakutkan dalam diri kita,
tapi jadikanlah masalah itu
sebagai
sebuah teka-teki dalam kehidupan yang harus kita diikuti sesuai prosedur yang ada.

Komentar
Posting Komentar